Cara memperbaiki Flashdisk 0 Byte

Sebenarnya artikel tentang cara memperbaiki Flashdisk yang terbaca 0 byte sudah banyak yang bahas, tetapi karena baru kemaren saya sendiri mengalaminya, maka dalam posting kali ini saya mencoba untuk share pengalaman tersebut.

Untuk memperbaiki Flashdisk yang terbaca 0 byte seperti pada gambar dibawah ini, saya menggunakan program HP USB Disk Storage Format Tool. Sesuai namanya program ini pada dasarnya adalah tool untuk memformat flashdisk, sehingga tool ini bisa kita gunakan juga untuk memformat flashdisk yang tidak bisa diformat dengan tool format bawaan windows. Berikut cara memperbaiki flashdisk 0 byte dengan menggunakan program ini.




  1. Download HP USB Disk Storage Format Tool disini

  2. Ekstrak dan install program HP USB Disk Storage Format Tool tersebut.

  3. Masukkan Flashdisk ke port USB komputer

  4. Jalankan aplikasi HP USB Disk Storage Format Tool

  5. Tentukan drive tempat Flashdisk yang terbaca 0 byte tersebut terpasang,

  6. Pilih File System yang diinginkan, Flashdisk umumnya diformat dengan File system FAT32.

  7. Klik Start untuk mulai memformat Flashdisk tersebut.

  8. Apabila muncul jendela peringatan, klik saja Yes.


Alhamdulillah dengan menggunakan program HP USB Disk Storage Format Tool tersebut, Flashdisk yang asalnya terbaca 0 byte dan tidak bisa diformat tersebut berhasil berfungsi kembali. Selamat mencoba.

Copas dari Sumber

Mengenal Pengertian dan Cara Kerja BIOS

Mengenal cara kerja BIOS merupakan hal yang dapat membantu kita saat hendak melakukan troubleshooting pada kerusakan komputer. Seperti misalnya pada kasus komputer mati total ternyata bisa diatasi dengan cara mereset BIOS komputer. Dalam artikel ini kita akan mencoba mengenal BIOS lebih dekat.

Pengertian BIOS
BIOS adalah singkatan dari Basic Input Output System, merupakan suatu software (ditulis dalam bahasa assembly) yang mengatur fungsi dasar dari perangkat keras (hardware) komputer. BIOS tertanam dalam sebuah chip memory (ROM ataupun Flash Memory berbahan Comlpimentari Metal Oxide Semiconductor-CMOS) yang terdapat pada motherboard. Sebuah baterai yang biasa disebut sebagai baterai CMOS berfungsi untuk menjaga agar tanggal dan setingan lainnya yang telah kita set pada BIOS tidak hilang atau kembali ke konfigurasi awal meskipun komputer dimatikan.



Fungsi utama BIOS

Fungsi utama BIOS adalah untuk memberikan instruksi yang dikenal dengan istilah POST (Power On Selft Test) yaitu perintah untuk menginisialisasi dan identifikasi perangkat sistem seperti CPU, RAM, VGA Card, Keyboard dan Mouse, Hardisk drive, Optical (CD/DVD) drive dan hardware lainnya pada saat komputer mulai booting.

Cara Kerja BIOS

Seperti telah dijelaskan diatas bahwa fungsi utama BIOS adalah melakukan POST. Sedangkan urutan-urutan atau cara kerja BIOS adalah dimulai dengan proses inisialisasi, dimana dalam proses ini kita bisa melihat jumlah memory yang terinstall, jenis hardisk dan kapasitasnya dan sebagainya.

BIOS kemudian akan mencari, menginisialisasi dan menampilkan informasi dari Graphics Card. Kemudian akan mengecek device ROM lain seperti hardisk dan kemudian melakukan pengetesan RAM yaitu memory count up test. Setelah semua test komponen berhasil dilakukan, BIOS kemudian akan mencari lokasi booting device dan Sistem Operasi.

Mengenai cara kerja BIOS atau urutan-urutan apa saja yang dikerjakan BIOS pada saat melakukan POST ini bisa dibaca pada postingan mengenai urutan proses startup komputer.

Cara Akses BIOS

Untuk mengakses BIOS dapat kita lakukan dengan menekan tombol tertentu (biasanya tombol Delete atau F2) pada Keyboard pada saat pertama kali komputer dinyalakan. Akan terdapat tulisan misalnya "Pres F2 to enter setup", maka langsung aja kita tekan tombaol F2 berulang-ulang.

Seting BIOS


Cara seting atau konfigurasi BIOS ini berbeda-beda tergantung dari vendor pembuatnya, disini saya akan menampilkan menu-menu pada BIOS yang umum kita temui yaitu Phoenix Award BIOS. Menu utama pada BIOS ini adalah :

  1. Standard CMOS Features, untuk seting tanggal dan melihat hardisk yang terdeteksi, dll.

  2. Advanced BIOS Features, pengaturan boot device priority (pilihan device untuk pertama booting) dapat diset disini.

  3. Advanced Chipset Features

  4. Integrated Peripherals

  5. Power Management Setup

  6. PnP/PCI Configuration

  7. PC Health Status, kita bisa cek temperatur dan tegangan dari Power Suplly disini.

  8. Load Fail-Safe Defaults (Load Factory Setting), pilih menu ini untuk mengembalikan seluruh setingan ke mode asalnya (default).

  9. Load Optimized Defaults

  10. Set Supervisor Password

  11. Set User Password

  12. Save & Exit Setup

  13. Exit Without Saving

Copas dari Sumber

Mini PC Giada A51 Komputer Seukuran Buku dengan Processor AMD Brazos

PC Mini Giada A51 merupakan Mini PC seukuran buku terbaru dari Giada (SHENZHEN JIEHE TECHNOLOGY DEVELOPMENT CO., LTD.) Produk ini menggunakan prosesor AMD Brazos E450 dan E300 yang merupakan prosesor chip jenis Fusion AMD yang menggabungkan fungsi grafis dan fungsi CPU ke sebuah chip tunggal.

Selain itu PC Mini Giada A51 telah mendukung grafis 3D DirectX 11 dan video HD 1080P. Untuk urusan konektifitas tersedia 5 konektor USB (1 USB 3.0 dan 4 USB 2.0), gigabit LAN, WiFi 802.11n, Bluetooth, serta tersedia juga output video HDMI dan VGA.


Berikut spesifikasi lengkap Mini PC Giada A51:

  • Processor : AMD® E450/ E300

  • Chipset : AMD® Hudson M1

  • GPU : ATI® Radeon HD 6320

  • Memory : 2G DDR3-800/1066 (1 x SO-DIMM slot, Max. 4G)

  • Storage : 320G 2.5″HDD

  • Input/Output : 1 x USB3.0, 4 x USB2.0, 1 x Card reader (SD/MMC/MS/MS PRO, 1 x HDMI, 1 x VGA, 1 x S/PDIF-out

  • Koneksi LAN : Gigabit LAN + Wi-Fi 802.11n + Bluetooth

  • Audio : AUDIO-out/MIC-in

  • Power Consumption : 30W

  • Size : 192 x 155 x 26 mm

  • Color : Black & White

  • Operating System : Genuine Windows® 7 Home Premium (Optional)


PC Mini Giada A51 ini ideal digunakan sebagai Home Theater PC (HTPC), pekerjaan kantor dan akses internet karena mempunyai beberapakeunggulan yaitu konsumsi daya yang rendah, portabilitas (mudah dibawa atau dipindahkan) serta putaran kipas pendinginnya yang tenang (tidak berisik) dan disediakan juga sebuah remote untuk menonton dan menikmati multimedia.

Untuk informasi lebih lanjut Mini PC Hemat Daya Giada A51 ini kita dapat mengunjungi websitenya di http://www.giadatech.c*m/.

Mengenal Teknology AMD Fusion APU

Accelerated Processing Unit (APU) atau unit processor terakselerasi adalah sebuah processor yang mengintegrasikan AMD CPU (Central Processing Unit) dan GPU (Graphics Processing Unit) Radeon dalam satu chip. Jadi terdapat 2 'otak' dalam 1 keping chip.

Processor terakselerasi atau APU ini sebenarnya sudah setahun lebih diluncurkan oleh AMD (Advanced Micro Devices) kira-kira pada awal tahun 2011. Processor tersebut dikenal dengan sebutan AMD Fusion Family of Accelerated Processing Units (AMD Fusion APU).




AMD Fusion APU menggabungkan dalam sebuah chip, yang ukurannya lebih kecil dari kepingan uang logam pecahan Rp 50, teknologi multi-core CPU (x86), mesin grafis dengan kemampuan DirectX 11, blok akselerasi video berdefinisi tinggi, dan bus kecepatan tinggi yang menghantar data antar beragam core dalam sebuah prosesor.

Transformasi dua keping chip (CPU dan GPU) menjadi satu keping chip memberikan tiga keuntungan bagi konsumen, diantaranya :

  • Mesin menjadi lebih awet baterai

  • Desain papan circuit bisa lebih hemat yang berimbas pada harga keseluruhan mesin

  • Dengan rentang harga yang sama, mesin bertenaga APU memberikan fitur multimedia yang cukup melimpah.


Seri Processor APU yang pertama dari AMD adalah AMD Brazos (C dan E Series). Tak lama setelahnya AMD kemudian merilis APU untuk kelas mainstream yang dikenal dengan CODEC Llano (A Series) yang menggabungkan hingga empat core CPU x86 dengan dukungan DirectX 11 yang setara kemampuan grafis tingkat diskrit dan sampai 400 core Radeon bersama dengan pemrosesan video HD khusus pada satu chip.

Pada tahun 2012 ini AMD sudah menyiapkan generasi penerus APU A Series yang bernama Trinity yang merupakan pengembangan lanjutan dari Llano. AMD Trinity lebih diutamakan untuk platform mobile atau notebook.

Memahami Proses Start Up Komputer

Ketika sebuah komputer pertama kali dijalankan, komputer akan melakukan sebuah proses yang disebut booting. Proses ini terdiri dari beberapa tahap yaitu :

  1. BIOS menjalankan proses "Power On Self Test" (POST), selama POST, yaitu melakukan pengetesan terhadap komponen-komponen (hardware komputer) seperti display adapter, memori,hardisk dan keyboard.

  2. Komponen yang pertama kali dicek adalah display adapter (yang mempunyai built in test routine sendiri). Pada tahap ini kita bisa melihat layar monitor hanya menampilkan informasi Display Adapter

  3. Setelah selesai menjalankan built in routine display adapter, BIOS kembali menjalankan POST routine dan kita bisa melihat tampilan utama POST di layar monitor.

  4. POST melakukan pengetesan terhadap Processor dan menampilkan versi Processor ke layar monitor.

  5. Setelah pengecekan Processor selesai, kita bisa masuk ke menu BIOS biasanya dengan menekan tombol DEL atau F2 untuk melakukan beberapa setingan yang diperlukan.

  6. Misalkan kita tidak masuk ke menu BIOS, maka proses booting akan berlanjut dengan BIOS melakukan pengecekan terhadap memory yang terinstall

  7. BIOS kemudian melakukan pengecekan terhadap koneksi hardware seperti hard disk, CD Drive dan Floppy Drive.

  8. Jika koneksi tidak sesuai dengan setingan yang terdapat pada BIOS, maka proses booting akan berhenti dan kita harus kembali masuk ke menu BIOS untuk membetulkannya.

  9. Ketika semua proses diatas sudah terlewati dengan baik, maka BIOS akan menampilkan ringkasan hardware yang terdeteksi ke layar.

  10. BIOS kemudian memanggil "BIOS Operating System Bootstrap Interrupt " yang akan menemukan "bootable disk" dengan mencoba me-load setiap disk yang dikonfigurasi sebagai "bootable disk" pada settingan BIOS.

  11. Setelah BIOS menemukan "bootable disk", kemudian me-load program yang terdapat pada "Master Boot Record (MBR)" dari disk ke dalam memori komputer. Misalkan MBR tersebut terdapat pada partisi yang terinstall sistem operasi windows XP, maka proses kemudian akan berpindah dari proses "Start up Computer" ke proses "Start Up Windows XP".
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Teknisi Komputer Online - All Rights Reserved
Template Modify by Yusup Abdurakhman
Proudly powered by Blogger