Showing posts with label Computer Trouble Shooting. Show all posts
Showing posts with label Computer Trouble Shooting. Show all posts

Windows 8 Professional Activator 32bit dan 64bit


Seperti biasa, saya memposting artikel dikarenakan adanya orang yang bertanya kepada saya yang kebetulan salah satu teman di facebook (soalnya kalo ga ada yang nanya males posting :p hehehe :p) 

Pada artikel sebelumnya saya telah berbagi tentang uji coba Windows 8 yang masih review. meskipun sudah lama artikel tersebut saya buat tapi jarang sekali pengunjung yang melihatnya hehehe, mungkin karena postingan tersebut saya copy dari salah satu blog yang lupa saya cantumkan sumbernya, untuk itu saya mohon maaf :) 

Tapi untuk artikel yang ini alhamdulillah saya ketik sendiri hehehe.. (belajar dari kesalahan)

Baiklah cukup basa-basinya, berikut adalah Windows 8 Professional Activator yang bisa digunakan baik untuk 32bit maupun 64bit (dua-duanya telah saya coba dan berhasil) sekalian saya sertakan tutorialnya :

1.   Download Windows 8 Professional Activator nya disini.
2.   Matikan Antivirus (apabila ada) karena aktivator ini akan terdeteksi virus oleh hampir semua AntiVirus yang ada.
3.   Extract file kemudian jalankan aplikasinya.
4.   Klik "English" untuk memilih bahasa Inggris agar lebih di mengerti dari pada bahasa korea :p (lihat gambar).
Pilih Bahasa English

5.   Klik Windows 8 + Server 2012 (lihat gambar).
Windows 8 + Server 2012

6.   Klik Install Pirate Activation (lihat gambar).
Install Pirate Activation

7.   Biarkan program menjalankan instalasi nya di CMD windows (lihat gambar).
Installing Hidden Windows Activation

8.   Apabila telah selesai maka Windows akan melakukan logoff dengan sendirinya, kemudian login kembali dengan user-PC anda.
Logoff Windows


9.   Maka akan muncul 3 jendela PopUp yang meninformasikan bahwa Windows nya telah di aktivasi (lihat gambar)
Licensed
Permanently Activated
Software Licensing

10.   dan akhirnya Windows 8 Activated :D




Semoga membantu.
Terimakasih.





Downgrade Windows 7 ke Windows XP bermasalah

Bagi sebagian orang yang ingin menurunkan (Downgrade) versi Windows nya dari Windows 7 ke Windows XP terkadang dihadapkan sedikit hambatan pada penginstalan nya, biasa ditandai dengan keluarnya layar berwarna biru (Blue Screen) yang berisi tentang laporan kegagalan hardware dalam proses penginstalan tersebut padahal sebenarnya semua kondisi hardware dalam kondisi bagus. 
Hal tersebut dikarenakan adanya perbedaan system yang di install pada MBR (Master Boot Record) hardisk pada kedua windows tersebut.

Pada awal penginstalan Windows 7 secara automatis akan membuat sebuah partisi baru (system reserved) pada partisi primary / system yang diperlukan Windows 7 untuk memperbaiki (recovery) apabila suatu saat nanti Windows 7 tersebut mengalami kerusakan seperti start-up failure dan system restore. dan hal ini lah yang menjadi penyebab utama yang menimbulkan timbulnya blue screen pada saat penginstalan windows XP, karena partisi tersebut terkadang tidak bisa di delete / dihapus oleh partition manager yang terintegrasi pada windows XP (walaupun terkadang ada yang bisa entah kenapa), sedangkan untuk bisa melakukan instalasi windows XP dengan lancar partisi tersebut harus dihapus.

Lalu bagaimana cara menghapusnya?
Bagi orang yang senang "mengoprek" komputer mungkin hal tersebut bukan menjadi sebuah masalah, karena banyak sekali cara untuk menghapusnya dengan menggunakan tool-tool MBR yang biasa digunakan under DOS program seperti dengan menggunakan tool-tool dari Hirens Boot CD, lain halnya bagi orang yang belum terbiasa dengan program-program yang bisa berjalan di sistem DOS.
Tapi jangan khawatir berikut adalah cara yang bisa digunakan untuk mengakalinya hanya dengan berbekal CD/DVD Windows saja. 
Berikut adalah cara-cara nya :

1.   Booting lah dengan menggunakan DVD Windows 7 anda.
2.   Lakukan langkah-langkah biasa seperti mau melakukan "Instal Ulang Windows" sampai pada tahap pemilihan partisi kemudian hapus partisi system dan partisi system reserved. (lihat gambar) tapi jangan dilanjutkan ke tahap selanjutnya, langsung di matikan saja komputernya (tekan tombol power 5 detik).


3.   Lanjutkan dengan melakukan instalasi windows XP seperti biasa.

Seharusnya sekarang instalasi windows XP dapat berjalan dengan lancar.

Logikanya sangat sederhana, yaitu dengan cara menghapus partisi tersebut dengan menggunakan partition manager yang terintegrasi di dalam DVD Windows 7 yang sama fungsinya dengan menggunakan tool-tool lain yang mungkin belum diketahui.
Semoga bermanfaat.
Terimakasih.

Cara menganalisa dan memperbaiki kerusakan Hardisk

Hardisk merupakan tempat penyimpanan utama dalam komputer, dan didalam hardisk pula segala data file system akan ditempatkan, sehingga apabila Hardisk rusak maka sudah dapat dipastikan komputer kita tidak akan bisa melakukan booting ke sistem operasi (Windows, Linux, Mac OS, dll)



Ada beberapa gejala-gejala yang muncul yang diakibatkan dari rusaknya sebuah hardisk pada komputer, yaitu :


1.  Hang / Freeze pada komputer

Gejala yang sering muncul akibat rusaknya sebuah hardisk biasanya diawali dengan hang / freeze pada kursor, tapi hanya beberapa detik kemudian jalan lagi ketika sedang membuka file atau aplikasi tertentu dan terus berulang. Bahkan apabila sudah parah hang / freeze nya kadang bisa sampai 1 menit bahkan sampai hang permanen (lama).
Hal tersebut dikarenakan oleh rusaknya beberapa sektor pada cluster hardisk, sehingga ketika kita membuka file / aplikasi yang kebetulan berada salam sektor tersebut maka sistem akan terus mencoba untuk membaca file tersebut kemudian hang.

Solusinya adalah dengan melakukan scaning pada hardisk guna mengetahui letak bad sector pada hardisk dengan menggunakan , kemudian potonglah sektor tersebut ( range posisi bad sektor) dengan menggunakan Software Hardisk Tools yang ada pada Hiren's Boot CD seperti yang telah saya jelaskan pada Artikel yang lalu "Cara memperbaiki hardisk yang "Bad Sector".


2.  Loading Screen yang lama
Gejala ini dirasakan ketika pertama kali komputer dinyalakan, biasanya loading time / waktu yang diperlukan untuk dapat masuk ke desktop komputer sangat lama, memang kadang-kadang hal ini juga disebabkan oleh rusaknya file sistem akibat dari serangan virus komputer, tetapi apabila kita yakin komputer kita bersih dari virus maka sudah dapat dipastikan bahwa gejala yang timbul tersebut diakibatkan oleh rusaknya hardisk.

Solusinya sama dengan yang pertama, karena biasanya gejala ini muncul juga dikarenakan oleh rusaknya beberapa sektor dalam hard disk.

3.  Disk Boot Failure
Gejala ini muncul ketika pertama kali boot, BIOS pertama kali akan mendeteksi file sistem yang ada pada hardware yang terdapat dalam komputer (sesuai perintah boot bios), kemudian ketika sistem bios tidak mendapatkan informasi untuk melakukan booting ke sistem operasi maka akan tampil dengan tulisan "Disk boot failure, Insert System Media and press Enter".


Pada kasus ini perbaikan bisa dilakukan dengan cara memeriksan perkabelan yang terhubung pada hard disk (kabel power dan kabel SATA / IDE) kemudian periksa jumper hard disk sudah betul atau belum.
Apabila kita telah yakin bahwa perkabelan dan jumper sudah benar, sekarang lihat lah di seting BIOS, apakah hard disk tersebut sudah terdeteksi atau belum.


Apabila hard disk sudah terdeteksi tetapi masih tidak bisa melakukan booting, biasanya MBR (Master Boot Record) pada hard disk tersebut sudah rusak / corrupted, solusinya adalah dengan memperbaiki MBR dengan menggunakan Software yang ada dalam Hiren's Boot CD,

Apabila masih bandel, maka solusi terakhir adalah dengan melakukan Low Level Format, cara kerjanya adalah dengan menghapus secara permanen data-data yang ada dalam hard disk tersebut dan menginstall lagi MBR hard disk dari awal.

Tetapi apabila hard disk memang sudah tidak dapat dibaca oleh BIOS, maka sudah dapat dipastikan hard disk tersebut sudah rusak permanen (biasanya board nya rusak).

Demikian penjelasan saya tentang cara untuk menganalisa dan memperbaiki kerusakan pada hard disk berdasarkan pengalaman yang saya dapatkan selama menjadi seorang teknisi komputer. Apabila terdapat banyak kesalahan mohon di maklumi.

Semoga bermanfaat.

Cara memperbaiki Hard Disk Bad Sector

Pada Postingan yang lalu tentang "Hal-Hal Penting Sebelum Install Windows" saya telah menjelaskan tentang cara untuk menganalisa kesehatan dari sebuah Hard Disk.

Disini saya akan mencoba untuk menjelaskan tentang cara untuk memperbaiki Hard Disk yang Bad Sector.

Langkah pertama adalah dengan melakukan scaning Hard Disk untuk mengetahui lokasi sector yang rusak (bad sector), yaitu dengan menggunakan salah satu software yang terdapat di dalam Hiren's Boot CD.

Berikut adalah Langkah-langkahnya :


1.  Booting lah dari Hiren's Boot CD terbaru yang anda punya.
2.  Pada tampilan utama pilihlah "DOS Program""





3.  Kemudian pilih "Testing Tools"





4.   Kemudian Pilih "Test Hard Drive 1.0" 



5.   Kemudian pilih "Auto Scan"


6.   Kemudian pillih hard disk mana yang akan di scan


7.   Kemudian pilih "Surface Test"


8.   Tunggulah sampai proses scan selesai dan kita akan mengetahui hasilnya apakah terdapat Bad Sector di hard disk kita.



 Apabila kita telah mengetahui dimana saja lokasi sector yang rusak (lihat di LOG), misalkan range nya adalah dari 500Mb s/d 13Gb. maka mau tidak mau kita harus membuang sector yang rusak tersebut dengan cara membuatkan partisi yang melingkupi range tadi, misalkan 0-15Gb (dilebihkan agar lebih aman) kemudian di hide (disembunyikan) sehingga lokasi sector yang rusak tadi tidak digunakan lagi.

Langkah-langkah nya sebagai berikut :

1.  Booting lah dari Hiren's Boot CD terbaru yang anda punya.
2.  Pada tampilan utama pilihlah "Mini XP""


3.  Bukalah Program utama Hiren's Boot CD
4.  Pilih Program, Partition / Boot / MBR, Partition Wizard Home Edition.


5.  Hapus Partisi yang terdapat sektor rusak, kemudian buat / create kembali partisi yang meliputi range sektor yang rusak, kemudian sembunyikan partisi tersebut (Hide Partition). kemudian Klik Aplly
Tunggu beberapa saat sampai selesai (100%)


Apabila anda mempunyai Software untuk mempartisi hard disk lain seperti Partition Magic, gunakanlah asalkan tidak dijalankan di windows yang bermasalah tadi.
Reboot komputer kemudian Instal Ulang Sistem Operasi pada partisi yang bersih (system).

Biasanya cara ini bisa bertahan hingga 3-4 bulan (tergantung kekuatan hard disk) kecuali system telah membaca peringatan S.M.A.R.T (Self-Monitoring, Analysis and Reporting Technology) hard disk. Apabila itu terjadi segeralah membackup semua data dan ganti hard disk..!!! karena umur hard disk tersebut sudah tidak akan lama lagi (kisaran 1-4 minggu).

Semoga bermanfaat.


Menganalisa dan Memperbaiki Kerusakan Komputer yang sering restart

Ada banyak hal yang menyebabkan komputer restart sendiri, bisa disebabkan dari kerusakan Software (Windows/Linux, dll) bisa juga disebabkan karena kerusakan dari Hardware nya.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan menganalisa gejala-gejala yang timbul sebelum komputer merestart sendiri, sehingga kita bisa mengetahui dari segi Software atau Hardware yang mungkin rusak.



Gejala-gejala yang biasanya timbul :
  1. Komputer restart apabila sedang membuka aplikasi tertentu (games, browser, dan aplikasi lain)

    Apabila kondisi ini diikuti dengan berhentinya sejenak mouse (hang putus-putus, sebentar jalan sebentar hang) Sudah dapat dipastikan 80% kerusakan ada pada Hardisk, biasanya kerusakan diakibatkan karena timbulnya Bad Sector pada Cluster Hardisk.
    Solusinya adalah dengan melakukan scaning pada Hardisk tersebut, apabila kondisi sector yang rusak tidak terlalu parah maka kita bisa mengakalinya dengan memotong pada bagian hardisk yang rusak. Bisa di lihat pada artikel ini

    Tetapi apabila tidak timbul gejala diatas, dan setiap komputer restart setelah kita membuka aplikasi yang sama, berarti kerusakan terdapat pada aplikasi tersebut (software).
    Solusinya adalah dengan membuang (uninstall) aplikasi tersebut.

  2. Komputer restart dengan ditandai dengan tampilan layar yang berwarna biru (Blue Screen) yang berisi tentang keterangan tentang pemaksaan mematikan komputer akibat terjadinya kegagalan hardware.

    Pada kondisi ini sudah dapat dipastikan 70% karena kegagalan hardware komputer.
    Solusinya pertama yang harus dilakukan adalah dengan melakukan pengecekan Driver dari hardware yang digunakan, bisa juga dilakukan dengan melakukan update driver, terkadang beberapa file driver dapat rusak (corrupt).

    Apabila kita telah yakin bahwa semua driver hardware telah bagus, tetapi komputer masih sering me-restart sendiri, solusi kedua yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pengecekan kondisi hardware utama (Temperatur Prosesor, RAM, dan Hardisk) dalam komputer seperti yang telah dijelaskan pada artikel ini.

  3. Apabila langkah-langkah diatas telah dilakukan dan hasilnya masih tetap sama, langkah terakhir adalah dengan melakukan Penginstallan Ulang dari Sistem Operasi Komputer.
  4. Apabila langkah terakhir sudah dilakukan sudah dapat dipastikan kerusakan ada pada Motherboard.

    Coba bukalah Casing CPU, kemudian perhatikan kondisi Elcho pada motherboard, apabila kondisi Elcho telah "hamil" / kembung (terdapat pemekaran pada tutup atas elcho), maka perbaikan bisa dilakukan dengan mengganti komponen tersebut. (gambar menyusul, belum ada sample)
Demikian penjelasan saya tentang cara untuk menganalisa kerusakan komputer yang sering me-restart sendiri berdasarkan pengalaman pribadi saya, apabila terdapat banyak kesalahan saya mmohon maaf.

Semoga bermanfaat.

Cara memperbaiki Hardisk yang tidak terbaca di windows

Apakah anda mempunyai hardisk yang tidak terbaca di windows, tetapi dapat terbaca di BIOS ?

Kebanyakan orang akan menganggap bahwa hardisk tersebut sudah rusak dan tidak dapat di pakai kembali, tetapi sebenarnya itu salah, selama firmware hardisk masih dapat terbaca di BIOS, berarti Hardisk tersebut masih dapat dipergunakan lagi.

Hal tersebut diakibatkan karena MBR (Master Boot Record) yang seharusnya menjadi kontrol dari suatu hardisk telah rusak (corrupted) atau bahkan terhapus karena faktor ketidak sengajaan atau secara sengaja dengan menggunakan tool/software yang ada.

Banyak program yang mengklaim dapat memperbaiki MBR dengan cepat, hanya dalam hitungan detik dapat menghapus, menginstall, atau mengedit MBR sesuai keinginan kita, tetapi apabila anda kurang memahami cara kerja MBR anda akan mengalami kesulitan dalam pengerjaannya. Bahkan kadang-kadang ada hardisk yang bandel dan sangat sulit untuk diperbaiki dengan menggunakan tools tersebut. hal tersebut dikarenakan terlalu banyaknya data-data yang disimpan didalam memori hardisk yang tidak hilang dengan cara di format melalui cara biasa.

Tetapi jangan khawatir, berikut adalah cara-cara untuk memperbaiki MBR Hardisk yang bandel sekaligus menghapus seluruh data secara permanen, sehingga kondisi hardisk menjadi seperti baru lagi.

1.  Siapkan Hiren’ Boot CD anda yang terbaru, kemudian masukan kedalam CD/DVD ROM anda
2.  Setting BIOS anda agar dapat Booting dari CD/DVD.
3.  Arahkan ke Dos Program kemudian tekan Enter.


4.  Pilih Hard Disk Tools


5.  Cari dan pilih Active Kill Disk 


6.  Cari dan pilih Hard disk anda yang bermasalah kemudian ikuti petunjuk yang ada (F10) untuk langsung menghapus data dan menginstall MBR default



7.  Tunggu sampai selesai.

Dengan menggunakan tool ini memang membutuhkan waktu yang relatif cukup lama, bahkan bisa sampai seharian, tetapi hasil yang didapat sangat sesuai dengan waktu yang diperlukan.

Demikian tutorial ini saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi, dan sudah di uji coba berhasil 100%.

Terima kasih.

Computer Maintenance

Kebanyakan orang hanya tau Install Ulang apabila komputer pribadinya telah terkena gejala-gejala virus seperti :
  • Sering Hang (tidak dapat memasukkan input data baik itu dari mouse maupun keyboard)
  • Anti Virus tidak dapat tampil / tidak bisa diaktifkan.
  • Muncul pesan-pesan yang tidak diinginkan (beberapa virus menambahkan pesan pop-up di desktop)
  • Kinerja komputer menjadi lambat dikarenakan sebagian besar memori yang diserap oleh kegiatan virus.
  • dll
Bagi sebagian orang mungkin hal itu bukanlah suatu masalah yang besar, karena mereka tidak memiliki data yang penting yang tersimpan di dalam Program-program mereka karena mereka telah menyimpan data-data penting di dalam partisi yang berbeda dari partisi sistem (biasanya partisi C:) atau bahkan mereka telah membackup data-data mereka di flash-disk atau hardisk ekternal. 

Tapi tahukah anda bahwa sebagian varian virus dapat menyembunyikan file asli dan menduplikasinya dengan file yang di buat oleh virus tersebut untuk memperdaya para korbannya (biasanya bereksistensi .lnk) sehingga ketika file tersebut kita jalankan secara tidak sadar kita telah mengeksekusi virus tersebut untuk menginfeksi sistem kita yang baru saja di Install.

Jadi kesimpulannya adalah cara Install Ulang tanpa membersihkan dahulu file-file yang terinfeksi di dalamnya akan dengan mudah menginfeksi Sistem Operasi Windows anda yang baru saja di Install.
Lalu bagaimanakah cara yang benar agar kita terbebas dari virus komputer ?
Berikut adalah langkah-langkah yang menurut saya selama ini adalah cara yang paling baik yang saya temukan selama saya menjadi teknisi komputer, yaitu :
  • Siapkan Hiren' Boot CD anda yang terbaru, kemudian masukan kedalam CD/DVD ROM anda.
  • Setting BIOS anda agar dapat Booting dari CD/DVD.
  • Pada tampilan utama pilih Mini XP kemudian tekan Enter.
  • Tunggulah beberapa saat sampai booting selesai dan muncul tampilan Windows Mini XP nya.
  • Bukalah menu Hiren's Boot CD kemudian pilih antivirus software -> avira
  • Ikutilah petunjuk selanjutnya sesuai dengan yang anda inginkan (pada tampilan layar hitam /CMD).
  • Tunggulah sampai Avira selesai membersihkan semua file yang terinfeksi virus.
  • Bukalah File Explorer, kemudian hapuslah folder yang bernama System Volume Information, dan Recycler di semua Partisi hardisk anda, kemudian format lah partisi tempat sistem dulu anda di install (biasanya partisi C:)
  • Kemudian search file-file yang bereksistensi berikut (thumbs.db; dektop.ini; autorun.inf; *.htt; *.shs; *.vbs) kemudian hapus semua file-file tersebut (hasil search) di semua partisi harddisk anda.
  • Apabila telah selesai semua, restart lah komputer anda, kemudian Install lah sistem operasi windows anda seperti biasa.
Hal yang pertama yang harus anda lakukan adalah menginstall anti virus anda dengan versi yang terbaru dan update lah database antivirus anda secara rutin, karena sebagus apapun anti virus yang anda miliki apabila database nya tidak ter update maka tidak akan bisa melindungi komputer anda dari virus.

Anti virus yang saya rekomendasikan adalah :
  • Avira, karena sistem deteksinya menurut saya sangat sensitif meskipun kadang-kadang suka salah mendeteksi (false alarm) pada beberapa data-data yang mencurigakan. Selain itu Avira dapat kita peroleh secara gratis di situs resminya.
  • Smadav, merupakan antivirus lokal buatan bangsa sendiri yang menurut saya ampuh dalam mendeteksi virus-virus lokal yang ada di Indonesia. Tetapi Smadav tidak efektif apabila sendiri, Smadav harus dikombinasikan dengan antivirus lain.
Demikian penjelasan saya menurut pengalaman pribadi saya, mohon maaf apabila banyak kekurangan, dan untuk gambar-gambarnya Insya Allah akan saya lengkapi secepatnya.

Terimakasih telah berkunjung di blog ini.

Hal-hal penting sebelum Install Windows

Pernahkah anda mengalami kegagalan ketika meng-Install Windows pada komputer/laptop anda? seperti hang, blue screen, restart sendiri, file not found, dll.

Bagi anda yang belum mengetahuinya berikut adalah langkah-langkah yang diperlukan untuk mendeteksi kegagalan dalam proses penginstallan Windows pada komputer anda.

Periksalah setiap hardware penting yang ada dalam komputer anda, diantaranya adalah :


>>  Temperatur Prosesor.

Perlu diketahui temperatur standar dari kinerja prosesor pada saat booting adalah antara 50 - 70 derajat celsius. Apabila temperatur prosesor anda melebihi 80 derajat maka periksalah Cooler/Heatsink dari Prosesor anda, apakah masih berfungsi atau tidak (biasanya kipas tidak berputar atau besi dari cooler tidak menempel dengan baik pada permukaan prosesor). Solusinya adalah dengan memperbaiki atau menggantinya.


>>  RAM (Random Access Memory) Failure

Perlu diketahui bahwa dalam satu keping RAM terdapat beberapa Chip yang terintegrasi sesuai dengan kapasitas total dari RAM tersebut, sebut saja apabila anda mempunyai 1 keping RAM dengan kapasitas 1 Gb maka dan memiliki 8 chip yang berwarna hitam di samping nya berarti anda mempunyai 8 chip berukuran 128 Mb pada masing-masing chipnya.

Ketika anda fikir anda masih mempunyai RAM yang bagus karena menurut asumsi anda apabila RAM sudah mati maka komputer tidak bisa booting, maka anda salah besar. Pada kebanyakan kasus yang saya temui ternyata RAM yang sudah tidak bagus pun masih bisa melakukan booting pada komputer, karena jumlah data yang di olah oleh RAM belum mencapai titik maksimal dari chip-chip tersebut. Penjelasannya sebagai berikut, apabila chip yang mati adalah chip yang berada pada urutan ke-5, maka data akan diproses dengan baik selama jumlah data yang diproses tidak melebihi 512 Mb (4 chip x 128 Mb/chip), tetapi apabila data yang diproses melebihi dari batas tersebut maka sudah dapat dipastikan komputer akan Hang atau muncul layar berwarna biru (blue screen) yang menjelaskan bahwa salah satu hardware yang ada di komputer anda telah rusak.

Berikut adalah cara untuk mengetahui RAM anda masih 100% berfungsi atau tidak, yaitu :
1.  Booting lah dari Hiren's Boot CD terbaru yang anda punya.
2.  Pada tampilan utama pilihlah "DOS Program"


3.  Kemudian pilih "Testing Tools"


4.  Kemudian Pilih "GoldMemory"



5.  Biarkan proses pengecekan RAM berjalan sampai selesai, apabila warna layar berubah merah dan berkedip-kedip itu artinya salah satu chip di RAM anda telah mengalami kerusakan sehingga RAM tersebut tidak layak untuk digunakan lagi.




>>   Hard Disk Test

Hard Disk berfungsi sebagai tempat penyimpanan data, sehingga apabila terdapat kerusakan pada sektor Hard Disk maka data tidak akan pernah bisa terbaca.

Apabila kita menginstall windows pada hard disk yang rusak, secara otomatis terdapat beberapa file penting dari windows yang tidak tersimpan. Apabila kerusakan hard disk belum terlalu parah (hanya beberapa sektor yang rusak) maka proses penginstallan akan tetap berjalan dengan baik, tetapi setelah selesai penginstallan dan mulai menggunakan Windows kita akan merasakan kejanggalan-kejanggalan dalam komputer kita, seperti kadang-kadang hang tetapi setelah beberapa saat normal kembali, atau Windows terus meminta untuk men-scan hard disk kita pada saat memulai Windows (scan disk).

Berikut adalah cara untuk mengetahui kesehatan dari hard disk kita, yaitu :.
1.  Booting lah dari Hiren's Boot CD terbaru yang anda punya.
2.  Pada tampilan utama pilihlah "DOS Program"


3.  Kemudian pilih "Testing Tools"



4.   Kemudian Pilih "Test Hard Drive 1.0"




5.   Kemudian pilih "Auto Scan"


6.   Kemudian pillih hard disk mana yang akan di scan

7.   Kemudian pilih "Surface Test"

8.   Tunggulah sampai proses scan selesai dan kita akan mengetahui hasilnya apakah terdapat Bad Sector di hard disk kita.


Apabila ternyata hard disk kita mempunyai beberapa sektor yang rusak, maka lihatlah dimana saja kerusakan itu terjadi agar kita bisa menyiasatinya dengan menyembunyikan (memotong) sebagian hard disk tersebut agar data kita semuanya tersimpan dengan baik.

Apabila semuanya telah di test dan hasilnya bagus, barulah bisa memulai proses penginstallan seperti biasa.


Semoga Bermanfaat.

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Teknisi Komputer Online - All Rights Reserved
Template Modify by Yusup Abdurakhman
Proudly powered by Blogger